Tuesday, November 13, 2012

Lintasan Qalbu


Apabila seseorang mengetahui sesuatu melalui Panca Inderanya, pasti akan membekas kesan di dalam Qalbunya. Oleh karena itu Pengaruh Qalbu berasal dari sesuatu yang bersifat Lahiriah, yaitu dari Panca Indera. Adapun yang berasal dari dalam, berupa Khayalan, Nafsu syahwat, marah dan akhlak yang terkumpul menjadi tabiat, seperti Sombong, Iri, dengki, kikir, Riya, dsb.
Jika pengaruh yang datang dari luar atau lewat panca indera itu bisa di cegah, pengaruh dari dalam inilah yang berupa Khayalan, rasa was was yang meramaikan Qalbu, karena ia senantiasa masuk dan keluar.
Keadan Qalbu selalu dinamis, karena ia senantiasa berubah-rubah. hal tersebut timbul juga dari kesan yang membekas dalam Qalbu, bekas di dalam Qalbu itulah sisebut Lintasan Qalbu (Goresan hati).
Lintasan Qalbu inilah yang berupa pemikirana-pemikiran, menggerakakkan berbagai kemauan. Karena Munculnya kemauan, niat dan cita-cita itu ada setelah didahului oleh lintasan Qalbu.
secara runtut dielaskan seperti berikut : Permulaan dari perbuatan karena adanya Lintasan Qalbu, kemudian lintasan Qalbu itu menggerakkan keinginan. dari keinginan itu mendorong timbulnya cita-cita. Selanjutnya, cita-cita menggerakkan niat. dari Niat inilah akhirnya menggerakkan seluruh organ tubuh untuk berbuat atau melakukan tindakan.
Lintasan Qalbu yang membangkitkan keinginan itu dibagi menjadi dua. Pertama, lintasan Qalbu yang mendorong untuk berbuat baik atau terpuji. Kedua, Lintasan Qalbu yang mendorong tindakan buruk atau jahat.
Lintasan Qalbu yang mendorong perbuatan terpuji itu bermanfaat dan menyelamatkan, sementara yang mendorong perbuatan jahat itu jika dilaksanakan akan berakibat merugikan.
Perlu kita ketahui, bahwa Lintasan Qalbu yang mendorong tindakan buruk itu dinamakan was was 9godaan setan). Adapun Lintasan Qalbu yang mendorong tindakan baik (terpuji) itu berasal dari malaikat. Setan adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam urusan dan perbuatan tercela. Ia menyuruh berbuat keji, menakut-nakuti kemiskinan, menimbulkan keragu-raguan terhadap iman dan sebagainya. Sedangkan Malaikat adalah Makhluk yang diciptakan Allah yang urusannya adalah mengirimkan Ilham ke dalam Qalbu untuk menerima  kebaikan. Inilah yang disebut Taufik (petunjuk).
Jadi cukup jelas, anatar lintasan Qalbu yang mengandung dorongan kejahatan dan lintasan Qalbu yang mengandung dorongan kebaikan, keduanya bertolak belakang.
"Di dalam Hati ada dua langkah, yaitu satu langkah dari malaikat yang memberi janji tentang kebaikan dan pembenaran terhadap kebenaran. Barangsiapa mendapatkan demikian itu hendaklah ia mengetahui bahwa itu dari Allah swt. Hendaklah ia Memuji allah. Dan satu langkah lainnya dari musuh, yang memberi janji kejahatan, pembohongan terhadap kebenaran dan mencegah berbuat kebaikan. Barang siapa mendapat demikian hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan."  (HR At Turmudzi dari Ibnu Mas'ud)
Allah membolak balikkan Qalbu kita sesuai dengan kehendakNYA, dengan melalui perantara kedua makhlukNYA tadi. oleh karena itu mana yang dominan menguasai Qalbu kita, bergantung kepada sejauh mana kita menahan Nafsu, Syahwat dan amarah, lalu membentenginya denga Dzikrullah, karena salah satu masuknya Bisikan Setan adalah melalui Qalbu yang lalai berDzikir.
"Sesungguhnya Pendengaran, penglihatan dan Hati, semuanya itu  akan diminta  pertanggung jawabannya" (QS Al Isra : 36)
Apa yang terlintas dalam Qalbu kita, lalu menjadi perbuatan oleh anggota tubuh kita, tidak terlepas dari pengawasan Allah Swt.
"Yaa Muqollibal quluubi Tsabbit Qalbii 'Alaa Diinik" "Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamamu"

No comments: